BLANTERVIO104

Tata Cara Membaca Ta'awudz, Basmalah dan Surat

Tata Cara Membaca Ta'awudz, Basmalah dan Surat
Selasa, 27 Oktober 2026

MATERI TAHSIN AL-QUR'AN

EMPAT METODE MEMBACA

Ta'awudz - Basmalah - Awal Ayat

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tujuan pembelajaran: Peserta didik memahami fungsi ta’awudz dan basmalah, mengenali empat metode membaca ta’awudz-basmalah yang disusul awal ayat, serta mempraktikkannya sesuai kaidah dan bimbingan guru.

A. Pendahuluan

Ketika hendak membaca Al-Qur’an, seorang qari’ dianjurkan membaca isti’adzah atau ta’awudz sebagai permohonan perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Pada awal surah, bacaan tersebut umumnya diikuti basmalah, kemudian dilanjutkan dengan ayat Al-Qur’an, kecuali Surah At-Taubah yang tidak diawali dengan basmalah.

Dalam ilmu qira’at, terdapat beberapa cara menghubungkan atau memisahkan tiga bagian bacaan: (1) ta’awudz, (2) basmalah, dan (3) awal ayat. Empat cara yang lazim diajarkan disebut metode qiyasi.

B. Pengertian dan Lafal

1. Ta’awudz / Istī’adzah

Ta'awudz adalah bacaan memohon perlindungan kepada Allah sebelum membaca Al-Qur'an.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

2. Basmalah

Basmalah adalah bacaan yang diawali dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

3. Contoh Awal Ayat

Untuk memudahkan penjelasan empat metode, digunakan contoh awal Surah Al-‘Alaq ayat 1.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Artinya: “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”

C. Empat Metode Membaca Ta’awudz-Basmalah-Awal Ayat

Keterangan istilah: “wasal” berarti menyambungkan bacaan tanpa berhenti; “qat’” berarti memutus atau berhenti pada akhir bagian bacaan. Ketiga bagian yang dipelajari adalah ta’awudz, basmalah, dan awal ayat.

1. Qat‘ul Jamī‘ (فَطْعُ الْجَمِيعِ)

Berhenti pada setiap bagian: ta’awudz, basmalah, kemudian awal ayat. Ketiganya dibaca terpisah.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ۞
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ۞
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Tanda ۞ menunjukkan tempat berhenti (waqaf).

2. Qat‘ul Ūlā wa Waṣluts Tsānī

Berhenti setelah ta'awudz, kemudian menyambungkan basmalah dengan awal ayat.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ ۞
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Basmalah dan awal ayat disambung tanpa berhenti.

3. Waṣlul Ūlā wa Qat‘uts Tsānī

Menyambungkan ta'awudz dengan basmalah, lalu berhenti setelah basmalah sebelum memulai awal ayat.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ۞
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Ta'awudz dan basmalah disambung, berhenti setelah basmalah.

4. Waṣlul Jamī‘

Menyambungkan ta'awudz, basmalah, dan awal ayat dalam satu rangkaian bacaan tanpa berhenti di antara ketiganya.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Ketiga bagian dibaca berurutan tanpa berhenti.

D. Ringkasan Empat Metode

Metode Ta'awudz → Basmalah Basmalah → Ayat Ciri utama
Qat'ul Jamī' Berhenti Berhenti Berhenti pada setiap bagian.
Qat'ul Ūlā wa Waṣluts Tsānī Berhenti setelah ta'awudz Disambung Basmalah disambung ke ayat.
Waṣlul Ūlā wa Qat'uts Tsānī Disambung Berhenti setelah basmalah Ta'awudz disambung ke basmalah.
Waṣlul Jamī' Disambung Disambung Ketiga bagian tersambung.

E. Ketentuan Praktik Berdasarkan Posisi Bacaan

1. Memulai dari awal surah

Empat metode di atas lazim dipraktikkan ketika memulai bacaan dari awal surah yang diawali basmalah. Surah At-Taubah (Al-Bara'ah) tidak diawali dengan basmalah; karena itu, pola tiga bagian yang memuat basmalah tidak diterapkan di awal surah tersebut. Untuk rincian praktik sesuai riwayat qira'at yang dipelajari, ikuti arahan guru.

2. Memulai dari tengah surah dengan basmalah

Ketika memulai bacaan dari tengah surah, pembaca dapat membaca basmalah atau tidak membacanya, sesuai kaidah dan arahan pengajar. Jika basmalah dibaca, empat metode penghubungan di atas dapat digunakan dengan memperhatikan konteks ayat.

3. Memulai dari tengah surah tanpa basmalah

Jika basmalah tidak dibaca, ada dua cara dasar yang dijelaskan dalam materi ini:

  • Menyambungkan ta'awudz langsung dengan ayat yang akan dibaca.
  • Berhenti setelah ta'awudz, kemudian memulai ayat.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ قَالَ فَمَا حَطَّبْكُمُ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ

Contoh di atas memperlihatkan ta’awudz yang disambung dengan ayat. Untuk cara berhenti, baca ta’awudz, berhenti sejenak, lalu mulai ayat tersebut.

4. Jika bacaan terputus di tengah

Jika pembaca berhenti karena percakapan atau menjawab salam, dianjurkan mengulang ta’awudz sebelum melanjutkan bacaan. Namun, jika terputus karena keadaan yang tidak disengaja atau kebutuhan yang berkaitan langsung dengan bacaan—misalnya bersin, memeriksa ketepatan bacaan, atau bertanya kepada guru untuk memperbaiki bacaan—tidak harus mengulang ta’awudz menurut penjelasan yang dikutip dalam artikel sumber. Dalam praktik pembelajaran, ikuti bimbingan guru dan rujukan qira’at yang digunakan.

F. Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Tidak memahami titik berhenti sehingga metode yang dipraktikkan menjadi berbeda dari namanya.
  • Menyambungkan bacaan tetapi tidak menjaga harakat akhir dan awal kata.
  • Menganggap basmalah dibaca pada awal semua surah, termasuk Surah At-Taubah.
  • Mencampuradukkan contoh bacaan tanpa memperhatikan apakah pembaca memulai dari awal surah atau tengah surah.
  • Hanya menghafal nama metode tanpa mempraktikkannya secara lisan di hadapan guru.

G. Latihan Pemahaman

  1. Apa fungsi ta'awudz ketika hendak membaca Al-Qur'an?
  2. Apa arti wasal dan qat' dalam pembahasan empat metode ini?
  3. Jelaskan cara membaca dengan metode qat'ul jami'.
  4. Metode apa yang berhenti setelah ta'awudz, lalu menyambungkan basmalah dengan awal ayat?
  5. Metode apa yang menyambungkan ta'awudz dan basmalah, kemudian berhenti sebelum ayat?
  6. Apa ciri metode washlul jami'?
  7. Mengapa basmalah tidak dibaca sebagai pembuka Surah At-Taubah?
  8. Jika memulai bacaan dari tengah surah tanpa basmalah, apa dua cara yang dapat dilakukan?
  9. Dalam keadaan apa ta'awudz dianjurkan diulang setelah bacaan terputus?

H. Kunci Jawaban Singkat

  1. Memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan sebelum membaca Al-Qur'an.
  2. Wasal berarti menyambungkan bacaan; qat' berarti berhenti atau memutus bacaan pada akhir bagian.
  3. Berhenti setelah ta'awudz, berhenti setelah basmalah, kemudian memulai ayat.
  4. Qat‘ul Ūlā wa Washluts Tsānī.
  5. Washlul Ūlā wa Qat‘uts Tsānī.
  6. Ta'awudz, basmalah, dan awal ayat disambungkan tanpa berhenti di antaranya.
  7. Surah At-Taubah tidak diawali dengan basmalah dalam mushaf.
  8. Menyambungkan ta'awudz dengan ayat atau berhenti setelah ta'awudz lalu memulai ayat.
  9. Terutama jika terputus karena percakapan atau menjawab salam; untuk jeda karena kebutuhan yang terkait langsung dengan bacaan, lihat arahan guru.

I. Kesimpulan

Empat metode membaca ta'awudz, basmalah, dan awal ayat adalah qat‘ul jami‘, qat‘ul ūlā wa washluts tsānī, washlul ūlā wa qat‘uts tsānī, dan washlul jami‘. Perbedaan keempatnya terletak pada bagian mana yang dihentikan dan bagian mana yang disambungkan. Pembaca perlu memahami nama metode, mengetahui titik berhenti, dan melatihnya melalui talaqqi serta musyafahah agar bacaan benar dan tertib.

J. Sumber dan Catatan

Bahan utama disusun berdasarkan artikel NU Online, “Empat Metode Membaca Ta’awudz-Basmalah yang Disusul Ayat”, Senin, 6 Agustus 2018, pukul 14.00 WIB.

Tautan: https://islam.nu.or.id/ilmu-al-quran/empat-metode-membaca-taawudz-basmalah-yang-disusul-ayat-VocQG

Artikel tersebut juga merujuk pada Jalaluddin Al-Allusy, Dirasat fi Al-Tafsir wa Ulumihi (2006), dan Abdul Fattah Al-Qadhi, Al-Budur Al-Zahirah fi Al-Qira’at Al-Asyr Al-Mutawatirah. Untuk penerapan dalam kelas, cocokkan istilah dan praktik dengan riwayat qira'at yang diajarkan.

Share This Article :
M. Abdun Jamil, M.Pd

Saya adalah seorang peminat designer blog/website, maklum masih tahap belajar. Seorang designer blog membutuhkan proses yang panjang, butuh ketelitian, kesabaran, keuletan dan yang pasti jangan menyerah, do the best.

Tambah Komentar

5784226817459633728