MATERI TAHSIN AL-QUR’AN
SIFR MUSTADĪR DAN MUSTAṬĪL
الصِّفْرُ الْمُسْتَدِيرُ والمستطيل
Pengertian • Bentuk Tanda • Kaidah Membaca • Contoh Al-Qur’an • Latihan
A. Pengertian Sifr Mustadīr
Sifr mustadīr (الصِّفْرُ الْمُسْتَدِيرُ) adalah tanda berupa lingkaran kecil kosong yang diletakkan di atas huruf tertentu dalam mushaf Al-Qur’an. Tanda ini menunjukkan bahwa huruf yang ditandai merupakan huruf tambahan dalam rasm dan tidak dilafalkan ketika membaca.
Huruf yang diberi sifr mustadīr tidak dibaca baik ketika waṣal (bacaan disambung) maupun ketika waqaf (bacaan dihentikan). Keberadaan huruf dalam tulisan mushaf tidak selalu berarti huruf tersebut harus dilafalkan.
B. Bentuk dan Fungsi Tanda
| Aspek | Penjelasan | Hal yang perlu diingat |
|---|---|---|
| Bentuk | Lingkaran kecil kosong di atas huruf tertentu. | Bentuk dapat sedikit berbeda menurut cetakan atau font. |
| Fungsi | Menunjukkan huruf tambahan yang tidak dilafalkan. | Perhatikan huruf yang tepat diberi tanda. |
| Waṣal | Huruf bertanda sifr mustadīr tidak dibaca. | Jangan menambahkan bunyi huruf tersebut. |
| Waqaf | Huruf bertanda sifr mustadīr tetap tidak dibaca. | Berhenti sesuai kaidah waqaf pada kata tersebut. |
C. Kaidah Membaca Sifr Mustadīr
- Amati tanda lingkaran kecil pada mushaf.
- Pastikan huruf yang ditandai dengan melihat mushaf secara langsung, bukan hanya teks Arab digital.
- Baca kata sesuai bunyi yang diajarkan guru; jangan melafalkan huruf tambahan yang diberi tanda sifr mustadīr.
- Saat berhenti pada kata tersebut, tetap jangan melafalkan huruf yang diberi tanda sifr mustadīr.
- Lakukan talaqqi dan musyafahah: dengarkan contoh guru, tirukan, lalu minta koreksi.
D. Contoh Sifr Mustadīr dalam Al-Qur'an
Tanda sifr tidak selalu tampak dalam teks digital biasa; gunakan contoh ini untuk menemukan kata pada mushaf dan memeriksa tanda yang benar-benar tercetak.
| Potongan ayat | Rujukan | Panduan pengamatan |
|---|---|---|
| قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ | QS. Al-A‘rāf [7]: 121 | Amati kata قَالُوا dan alif setelah wāw jamā‘ah pada mushaf. |
| الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ | QS. Al-Bayyinah [98]: 7 | Amati kata آمَنُوا dan عَمِلُوا; perhatikan alif pembeda setelah wāw jamā‘ah. |
| أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ | QS. Al-Bayyinah [98]: 7 | Periksa tanda pada huruf yang ditandai di mushaf; jangan mengandalkan ejaan teks polos. |
| قَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا | QS. Al-Baqarah [2]: 285 | Latihan mengamati bentuk kata قَالُوا pada konteks ayat yang berbeda. |
| ثُمَّ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ | QS. At-Tawbah [9]: 5 | Gunakan untuk latihan identifikasi; pastikan tanda pada mushaf sebelum menyimpulkan. |
E. Perbedaan Sifr Mustadīr dan Sifr Mustaṭīl Qā’im
| Aspek | Sifr Mustadīr | Sifr Mustaṭīl Qā’im |
|---|---|---|
| Bentuk | Lingkaran kecil bulat. | Lingkaran lonjong memanjang di atas alif tertentu. |
| Ketika waṣal | Huruf bertanda tidak dibaca. | Alif tertentu tidak dibaca. |
| Ketika waqaf | Huruf bertanda tetap tidak dibaca. | Alif tertentu dibaca ketika berhenti pada kata tersebut. |
| Kunci | Tidak dibaca dalam kedua keadaan. | Bacaan berbeda antara sambung dan berhenti. |
F. Sifr Mustaṭīl Qā’im
الصِّفْرُ الْمُسْتَطِيلُ الْقَائِمُ
Sifr mustaṭīl qā’im adalah tanda kosong berbentuk lonjong atau oval memanjang yang ditempatkan di atas alif tertentu dalam mushaf. Tanda ini menunjukkan bahwa alif tersebut memiliki perlakuan bacaan yang berbeda ketika kata disambung (waṣal) dan ketika pembaca berhenti (waqaf).
1. Bentuk dan Fungsi Tanda
| Aspek | Penjelasan | Catatan |
|---|---|---|
| Bentuk | Lingkaran lonjong/oval yang tampak memanjang. | Kenali berdasarkan mushaf cetak; tampilan font digital dapat berbeda. |
| Letak | Di atas alif tertentu dalam kata. | Hanya terdapat pada 6 tempat (kata) dalam Al-Qur'an menurut riwayat Hafs. |
| Fungsi | Menunjukkan alif yang tidak dilafalkan ketika waṣal, tetapi dibaca ketika waqaf sesuai kaidahnya. | Perhatikan tanda dan tempat berhenti. |
2. Kaidah Membaca
3. Enam Tempat Sifr Mustaṭīl dalam Al-Qur'an (Riwayat Hafs)
Tanda bulat lonjong di atas huruf alif ini hanya terdapat pada enam tempat (kata) dalam Al-Qur'an menurut riwayat Hafs. Berikut rincian dan cara membacanya:
1. Kata اَنَا۠ (Ana)
Terdapat di banyak tempat dalam Al-Qur'an. Salah satunya dalam QS. Al-Kafirun ayat 4:
وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْ
2. Kata لّٰـكِنَّا۟ (Lākinna)
Terdapat pada QS. Al-Kahf ayat 38:
لّٰـكِنَّا۟ هُوَ اللّٰهُ رَبِّىۡ وَلَاۤ اُشۡرِكُ بِرَبِّىۡۤ اَحَدًا
3. Kata الظُّنُوْنَا۠ (Aẓ-ẓunūnā)
Terdapat pada QS. Al-Ahzab ayat 10:
اِذْ جَاۤءُوْكُمْ مِّنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ اَسْفَلَ مِنْكُمْ وَاِذْ زَاغَتِ الْاَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوْبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ الظُّنُوْنَا۠
4. Kata الرَّسُوْلَا۠ (Ar-rasūlā)
Terdapat pada QS. Al-Ahzab ayat 66:
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَنَآ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا۠
5. Kata السَّبِيْلَا۠ (As-sabīlā)
Terdapat pada QS. Al-Ahzab ayat 67:
وَقَالُوْا رَبَّنَآ اِنَّآ اَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاۤءَنَا فَاَضَلُّوْنَا السَّبِيْلَا۠
6. Kata قَوَارِيْرَا۠ (Qawārīrā)
Terdapat pada QS. Al-Insan ayat 15:
وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِاٰنِيَةٍ مِّنْ فِضَّةٍ وَّاَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيْرَا۠
Sumber Referensi:
© Mengenal Tanda Shifr Mustathil - YatlunaHu
Source: https://www.yatlunahu.com/2022/07/mengenal-tanda-shifr-mustathil.html

Posted by 
.png)
Emoticon